Proyeksi Moody’s: Peningkatan GGR Gaming Asia Bisa Capai 6% ke Depan
Menurut laporan terbaru dari lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, pendapatan gaming di kawasan Asia diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 5% hingga 6% dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan mendatang. Laporan ini juga mencatat bahwa setiap pasar akan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang berbeda.
Pertimbangan Moody’s atas Tren GGR
Dampak Harga Energi pada Penghasilan Moody's memperkirakan bahwa fluktuasi harga bahan bakar akan menjadi faktor penting yang mempengaruhi pendapatan industri gaming di Asia. Ini mencerminkan bagaimana perubahan eksternal dapat mempengaruhi daya beli konsumen di pasar tertentu.
Macau: Penggerak Pertumbuhan di Asia
Macau diproyeksikan menjadi pemimpin dalam pertumbuhan pendapatan gaming di kawasan ini, berkat kedekatannya dengan daratan Tiongkok. Perjalanan domestik yang diminati konsumen Tiongkok diperkirakan akan mendongkrak pendapatan gaming di Macau hingga sekitar 6% pada 2026, dan meningkat 4-5% di tahun berikutnya. Moody’s memprediksi bahwa pada 2026, GGR Macau akan mencapai kira-kira 90% dari pencapaian tahun 2019, dan meningkat menjadi 90-95% pada 2027, didukung oleh pasar VIP yang menyusut dan persaingan yang lebih sehat.
Tantangan Wilayah Asia Tenggara
Operator gaming di Asia Tenggara menghadapi tantangan karena harga energi yang tinggi. Ini sebagian besar disebabkan oleh ketergantungan pada perjalanan udara untuk pariwisata masuk. Laporan Moody's memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di wilayah ini tetap dalam kisaran satu digit pada 2026 hingga 2027.
Hubungan Antara Pasar Macau dan Asia Tenggara
Moody’s menyoroti perbedaan dalam pola perjalanan dan basis konsumen antara Macau dan Asia Tenggara. Ketergantungan Macau yang lebih rendah terhadap harga bahan bakar membuatnya lebih kuat terhadap perubahan ini dibandingkan Asia Tenggara.
Pandangan Terhadap Operator di Luar Macau
Kinerja Genting Bhd Malaysia Di luar Macau, Genting Bhd Malaysia diproyeksikan akan melihat peningkatan moderat pada EBITDA. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi MYR8.9 miliar hingga MYR10.0 miliar dari MYR8.2 miliar di tahun 2025, didorong oleh pembukaan kasino baru di New York City.
Keberlanjutan di Malaysia dan Singapura Operasi Genting di Malaysia, termasuk monopoli kasino di Resorts World Genting, diperkirakan tetap stabil meskipun menghadapi biaya operasional yang meningkat. Sementara itu, Genting Singapore Ltd, yang mengelola Resorts World Sentosa, diperkirakan akan mengalami penurunan laba sekitar 5% pada 2026 karena kompetisi yang tajam.
Kesimpulan Akhir
Proyeksi Moody’s menggarisbawahi optimisme terhadap pertumbuhan pendapatan gaming di Asia, khususnya di Macau, meski dihadapkan pada tantangan seperti fluktuasi harga bahan bakar. Operator di Asia Tenggara mungkin menghadapi tekanan yang lebih besar, tetapi pertumbuhan pendapatan diharapkan tetap terjadi.