Gaming Finansial

Regulasi Ketat di Filipina: Dampak pada Industri Judi Daring

Regulasi Ketat di Filipina: Dampak pada Industri Judi Daring

Regulasi Ketat dan Implikasinya Bagi Judi Daring di Filipina

Pasar judi online di Filipina mengalami penurunan, namun ini bukan tanda kelemahan sektor tersebut. Leicester Law Group, firma hukum spesialis perjudian, menyoroti bahwa penurunan ini disebabkan peraturan yang lebih ketat untuk menciptakan pasar legal yang lebih aman.

Dalam makalah bertajuk Smart Regulation: One Year On, yang diterbitkan pasca laporan keuangan PAGCOR untuk semester pertama 2026, pendapatan total mengalami penurunan sebesar 26,6%, dengan catatan Php43,3 miliar dalam enam bulan pertama 2026. Jumlah pengelola sistem permainan berlisensi turun dari 70 lebih pada Agustus 2025 menjadi 60 pada Juli 2026. Leicester mengungkapkan bahwa walaupun statistik tersebut terlihat negatif, ada sisi positif di baliknya. PAGCOR memilih untuk menekan volume demi menciptakan lingkungan perjudian yang lebih aman, dengan tetap memelihara daya tarik industri.

Langkah-Langkah Reformasi Terstruktur

Reformasi dilakukan dalam dua langkah utama. Pertama, PAGCOR menurunkan biaya lisensi e-gaming dari lebih dari 50% pendapatan bruto perjudian di 2024 menjadi 30% saat ini, atau 25% untuk platform daring dari resor terpadu. Ini berhasil meningkatkan pendapatan bruto dari Php58,2 miliar di 2023 menjadi Php114,8 miliar pada pertengahan 2025.

PAGCOR memperketat standar operasional operator. Kerangka baru diperkenalkan, memperkuat aturan iklan dan verifikasi pemain, menetapkan akreditasi di seluruh rantai B2B, serta menambahkan Biaya Minimal yang Ditanggung untuk mengawasi operator yang tidak efektif atau lisensi tidak aktif.

Tantangan dan Pertumbuhan

Menurut Leicester, tantangan utamanya adalah memastikan reformasi tidak mengurangi daya tarik pasar resmi dibandingkan yang ilegal. Namun, kemajuan telah dibuat oleh PAGCOR untuk memastikan lisensi memberikan nilai nyata bagi industri game Filipina.

Leicester menekankan bahwa kanal lebih penting daripada sekedar jumlah pendapatan. Permintaan untuk judi tidak menghilang ketika aturan diperketat; yang menjadi kunci adalah apakah permintaan tersebut dialirkan melalui saluran berlisensi, terawasi, dan dikenakan pajak, atau disalurkan melalui situs ilegal di luar kontrol pemerintah. Menurut firma tersebut, kanalisasi adalah indikator utama keberhasilan reformasi, memastikan bahwa permintaan judi tetap dalam batasan hukum dan terawasi dengan baik.